Monday, October 7, 2013

Artikel Kesehatan  - Artikel kesehatan dalam media apapun seringkali diburu orang sebagai bahan dasar atau referensi untuk melanjutkan tindakan medis selanjutnya.

Artikel Kesehatan

Kesehatan dan manusia seperti dua sisi yang tidak dapat di pisahkan. Itulah mengapa artikel tentang dunia kesehatan begitu di cari dan diburu oleh masyarakat. Anda bisa bayangkan kebutuhan mendesak seorang ibu yang baru melahirkan, bayi- bayi mungil yang perlu mendapat perawatan kesehatan,pekerja kantoran yang sering mendapat tekanan, atau 76 juta kaum manula yang ingin hidup sehat dan menurunkan berat badan.Mereka akan berusaha mencari informasi tentang hidup sehat.
 
Informasi mengenai kesehatan adalah suatu hal yang sangat dibutuhkan dewasa ini. Informasi mengenai tips pengobatan,baik medis maupun terapi alternatif dan pengobatan tradisional merupakan hal penting yang patut untuk diketahui,belum lagi mengenai informasi berbagai macam penyakit beserta pantangannya yang harus di hindari,kemudian ada lagi artikel kesehatan mengenai gejala dan penyebab suatu penyakit yang di ikuti dengan cara pencegahannya.
 
Semua hal di atas adalah berguna manakala kita sedang  mengumpulkan materi untuk pembuatan kliping atau tugas sekolah maupun pengumpulan bahan untuk skripsi,namun tak sedikit pula kita menggunakan informasi tersebut ketika kita sedang sakit dan ingin mencari pengobatan yang terbaik untuk kita maupun orang yang kita sayangi.
 
Berangkat dari hal tersebut di atas,saya mencoba untuk mengumpulkan informasi dasar tersebut yang saya ambil dari sumber-sumber yang kompeten sebagai referensi saja agar kita semua lebih sadar akan pentingnya kesehatan kita,karena kesehatanadalah anugerah Tuhan yang patut kita syukuri.
 

Kumpulan Artikel Kesehatan dipublikasikan Artikel Bagus


Sunday, October 6, 2013

BAB I
Pendahuluan
A.   Latar Belakang
Seiring dengan bertambahnya kebutuhan manusia, banyak juga diciptakan pemuas / pemenuhan kebutuhan manusia. Untuk itu muncullah pabrik-pabrik industry sebagai pengolah bahan mentah untuk kemudian diolah dengan sedemikian rupa menjadi barang setengah jadi maupun barang siap pakai, untuk selanjutnya akan dikonsumsi masyarakat. Dalam jumlah produksi yang sagat besar tiap harinya akan menghasilkan sisa-sisa hasil dari proses pengolahan yang tidak terpakai. Sisa-sisa inilah (limbah) bila terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dapat mencemari lingkungan bila tidak ada penanganan khusus.
Kemudian, masyarakat yang sebagai pelaku konsumsi pun akan “mengeluarkan” limbah-limbah sebagai hasil penggunaan hasil barang produksi tersebut. Limbah ini dinamakan limbah rumah tangga. Meskipun sedikit lebih “aman”, bukan berarti dapat seenaknya saja membiarkan limbah ini dibuang begitu saja. Karena limbah sekecil apapun bila dalam jumlah yang besar dapat memberikan konstribusi besar dalam hal pengrusakan terhadap lingkungan. Untuk itulah diperlukan penanganan yang tepat dalam pengolahan limbah-limbah industry maupun limbah rumah tangga.
B.    Tujuan
Pembuatan makalah ilmiah ini bertujuan untuk :
  1. Mengurangi pengrusakan lingkungan oleh limbah-limbah rumah tangga
  2. Memberikan salah satu solusi cerdas pengolahan limbah rumah tangga secara tegas
  3.  Mengolah limbah rumah tangga menjadi barang yang berdaya guna
C.   Manfaat
Makalah ilmiah ini disusun, diharapkan dapat emberikan salah satu solusi penanganan limbah rumah tangga sehingga meminimalisir terjadinya pengrusakan lingkungan oleh limbah-limbah rumah tangga.
BAB II
Limbah dan Seluk Beluknya
A.    Apa itu limbah?
Secara umum yang disebut limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industry, pertambangan, dll. Kehadiran limbah pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis
Oleh sebab itu, masyarakat urang menaruh perhatian akan kedatangan limbah. Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan bahwa letak septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah,
akan menyebabkan kualitas air menurun. Dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber air tanah telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak memenuh baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan. ( sumber : pengelolaan limbah industry – Prof. Tjandra Setiadi, Wikipedia )
B.    Bentuk-Bentuk Limbah
Pada dasarnya limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industry maupun domestic (rumah tangga, yang lebih dikenal dengan sampah). Limbah merupakan buangan yang berbentuk cair, gas, dan padat. Limbah mengandung bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat member kehidupan bagi kuman-kumannpenyebab penyakit disentri, tipus, kolera, dsb. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negative terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Berikut ini adalah karakteristik limbah :
1.    Karakteristik limbah :
  • berukuran mikro ataupun makro
  • dinamis
  • berdampak luas ( penyebarannya )
  • berdampak generasi panjang ( antar generasi )
2.   Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah
  • Volume limbah
  • kandungan bahan pencemar
  • Frekuensi pembuangan limbah
3.  Berdasarkan karakteristiknya, limbah industry dapat digolongkan menjadi 4 jenis:
  • limbah cair
  • limbah padat
  • limbah gas & partikel
  • limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun )
Diantara berbagai limbah diatas, jenis limbah B3 adalah limbah yang bersifat beracun atau berbahaya. Suatu limbah digolongkan menjadi limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung dpat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia. Bahan limbah yang termasuk limbah B3 antara lain adlahbahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, besifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif , dll , yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
Sedangkan limbah beracun dapat digolongkan menjadi :
a.      Limbah mudah meledak
b.      limbah mudah terbakar
c.      limbah reaktif ( menyebabkan kebakaran )
d.      limbah yang menyebabkan infeksi karena mengandung kuman
e.      limbah yang bersifat korosif ( menyebakan iritasi )
C.   Limbah Rumah Tangga dan Pemanfaatannya
Selain limbah industri, pertambangan, dsb. Limbah rumah tangga memiliki kontribusi untuk merusak lingkungan. Limbah rumah tangga dapat berasal dari dapur , kamar mandi, limbah bekas rumah tangga, sampah serta kotoran manusia. Penempatan saluran drainase dan saluran limbah yang berdekatan dengan sumber mata air dapat merembes dan mengkontaminasi air. Sehingga mutu air tersebut menjadi tidak layak minum, serta jika tetap dikonsumsi akan menimbulkan penyakit berbahaya. Untuk itulah diperlukan penanganan serius terhadap limbah ini.
Limbah rumah tangga terdiri dari limbah organic dan anorganik. Limbah organic lebih mudah terurai oleh bakteri pengurai dan decomposer, sehingga penanganannya cukup mudah. Pemanfaatannya pun cukup banyak, diantaranya pemuatan kompos dari sisa kulit pisang, pembuatan eskrim dari ekstrak ikan, daur ulang kertas, dsb. Sedangkan limbah anorganik sangat susah untuk diuraikan seperti plastic membutuhkan waktu >100 tahun untuk terurai. Limbah anorganik mengandung senyawa-senyawa kimia berbahaya yang justru dapat member kehidupan bagi kuman-kuman penyebab disentri, tipus, koler, dll. Oleh karenanya jika tidak ditangani dengan serius, dapat mengganggu stabilitas ekosistem. Untuk itulah limbah ini harus di olah dengan berbagai cara. Misalnya dengan mendaur ulang plastic dan kaleng bekas. Dapat juga dengan cara kreaif dengan metode TGS untuk masyarakat yang ingin memperoleh nilai tambah ekonomis dari limbah. Contoh pemanfaatan limbah akan dibahas di bab selanjutnya.
BAB III
Pengolahan Limbah
A.   Pengolahan limbah
Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas limbah adalah volume limbah, kandungan bahan pencemar, dan frekuensi pembuangan limbah. Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Pada dasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:
  1. pengolahan menurut tingkatan perlakuan
  2. pengolahan menurut karakteristik limbah
Untuk mengatasi berbagai limbah dan air limpasan (hujan), maka suatu kawasan permukiman membutuhkan berbagai jenis layanan sanitasi. Layanan sanitasi ini tidak dapat selalu diartikan sebagai bentuk jasa layanan yang disediakan pihak lain. Ada juga layanan sanitasi yang harus disediakan sendiri oleh masyarakat, khususnya pemilik atau penghuni rumah, seperti jamban misalnya.
  1. Layanan air limbah domestik: pelayanan sanitasi untuk menangani limbah Air kakus.
  2. Jamban yang layak harus memiliki akses air besrsih yang cukup dan tersambung ke unit penanganan air kakus yang benar. Apabila jamban pribadi tidak ada, maka masyarakat perlu memiliki akses ke jamban bersama atau MCK.
  3. Layanan persampahan. Layanan ini diawali dengan pewadahan sampah dan pengumpulan sampah. Pengumpulan dilakukan dengan menggunakan gerobak atau truk sampah. Layanan sampah juga harus dilengkapi dengan tempat pembuangan sementara (TPS), tempat pembuangan akhir (TPA), atau fasilitas pengolahan sampah lainnya. Dibeberapa wilayah pemukiman, layanan untuk mengatasi sampah dikembangkan secara kolektif oleh masyarakat. Beberapa ada yang melakukan upaya kolektif lebih lanjut dengan memasukkan upaya pengkomposan dan pengumpulan bahan layak daur-ulang.
  4. Layanan drainase lingkungan adalah penanganan limpasan air hujan menggunakan saluran drainase (selokan) yang akan menampung limpasan air tersebut dan mengalirkannya ke badan air penerima. Dimensi saluran drainase harus cukup besar agar dapat menampung limpasan air hujan dari wilayah yang dilayaninya. Saluran drainase harus memiliki kemiringan yang cukup dan terbebas dari sampah.
  5. Penyediaan air bersih dalam sebuah pemukiman perlu tersedia secara berkelanjutan dalam jumlah yang cukup. Air bersih ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan makan, minum, mandi, dan kakus saja, melainkan juga untuk kebutuhan cuci dan pembersihan lingkungan.
B.    Pemakaian ulang Limbah RT ( reuse house waste ) dengan metode TGS
Telah disebutkan pada subbab sebelumnya mengenai pemanfaatan limbah RT bahwa limbah RT dari jenis limbah anorganic, bila diolah dengan kreatif dengan metode TGS akan menghasilkan limbah yang bernilai guna. Limbah ini seperti kaleng bekas, kotak kayu bekas, hingga pipa bekas bangunan dapat digunakan sebagai bahan kerajinan. Bila pengolahan limbah tersebut menerapkan metode TGS, yaitu metode Tepat, Guna, Sederhana mampu memperoleh barang baru dengan tepat, berguna dan bermanfaat meskipun barang tsb sangat sederhana. Dengan adanya pemakaian kembali limbah anorganik RT, dapat mengurangi efek sampingan dari limbah.
Penggunaan limbah anorganik sangat dianjurkan sebagai salah satu penanganan terhadap masalah pencemaran limbah. Karena limbah harus diolah agar tidak mencemari dan membahayakan lingkungan. Pada makalah inilah, pemakaian kembali akan dilakukan terhadap bungkus rokok untuk dijadikan asbak. Pengolahan menggunakan metode TGS.
C.   Pemanfaatan Bungkus Rokok sebagai reuse House Waste
Bungkus rokok mudah untuk dijadikan barang daur ulang dengan mengikuti langkah sebagai berikut :
a.       Bahan dan Alat :
           1.  bungkus rokok 4 buah (sama)
           2.  isolasi (perekat)
           3.  Gunting
           4.  karton
b.      Cara pembuatan :
  1. Siapkan alat dan bahan diatas
  2. Buka tutup bungkus rokok dan satukan dengan bungkus rokok yang lain dengan tegak lurus.
  3. Ulangi langkah no.2 dengan 2 bungkus rokok lainnya
  4. Kuatkan dengan perekat / isolasi
  5. Pada alasnya diberi alas karton
Bungkus rokok diatas tepat diolah menjadi asbak yang berguna untuk menampung abu rokok,meskipun bentuknya sangat sederhana. Walupun sederhana, setidaknya mampu meminimalisir dampak kerugian limbah.
BAB IV
Penutup
Kesimpulan :
Limbah sebagai hasil dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala industri, pertambangan maupun skala rumah tangga, mampu merusak stabilitas ekosistem, mencemari lingkungan serta memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit. Limbah rumah tangga yang notabene dari masyarakat banyak memberi kontribusi efek negative dari pembuangan limbah yang dibuang secara sembarangan. Senyawa-senyawa kimia yang terkandung didalamnya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Untuk itulah diperlukan pengolahan atau daur ulang limbah sebagai cara untuk mangurangi resiko pencemaran lingkungan.
Tujuan utama pengolahan limbah ialah untuk mengurangi kandungan bahan pencemar didalam air terutama senyawa organic, padatan tersuspensi, mikroba pathogen dan senyawa organic yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme yang terdapat dialam. Dengan kemajuan terknologi seperti ini, kiranya tidak terlalu susah bagi kita untuk mengupayakan pengolahan limbah RT sendiri.
Saran :
Limbah rumah tangga yang berjenis anorganik diharap mampu diolah kembali, meskipun dengan sederhana. Serta menerapkan penempata limbah (sampah) dengan sesuai jenisnya, apakah limbah organic atau anorganik, agar lebih mudah mendaur ulang.
Daftar Pustaka
http://id.shvoong.com/humanities/1642371-mengolah-limbah-rumah-tangga/
http://id.wikipedia.org/wiki/limbah beracun
Welcome to my Personal Blog – Anda sedang membaca artikel tentang Contoh Makalah Limbah dan anda bisa menemukan artikel Contoh Makalah Limbah ini dengan kata kunci Contoh Makalah Limbah, Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Contoh Makalah Limbah ini sangat bermanfaat bagi teman-teman Anda, namun Jangan lupa untuk meletakkan link postingan tentang Contoh Makalah Limbah sebagai sumbernya

to get more information for related topics Contoh Makalah Limbah You can do a search in that category in the menu above, this topic is about Contoh Makalah Limbah by isomwebs.com

, 09 April 2012

artikel sepakbola

     Sepak bola adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim dengan masing-masing beranggotakan sebelas orang. Olahraga ini sangat terkenal dan dimainkan di 200 negara. Permainan sepak bola bertujuan untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya dengan menggunakan bola kulit berukuran 27-28 inci. Lapangan yang digunakan dalam permainan ini memiliki lebar 50-100 yard dan panjang 100-300 yard. Gawang tempat mencetak gol terletak di bagian ujung lapangan dengan dibatasi jaring berukuran tinggi 8 kaki dan lebar 24 kaki.
     Sejarah olahraga sepak bola dimulai sejak abad ke-2 dan -3 sebelum Masehi di Cina. Di masa Dinasti Han tersebut, masyarakat menggiring bola kulit dengan menendangnya ke jaring kecil. Permainan serupa juga dimainkan di Jepang dengan sebutan Kemari. Di Italia, permainan menendang dan membawa bola juga digemari terutama mulai abad ke-16.
Sepak bola modern mulai berkembang di Inggris dan menjadi sangat digemari. Di beberapa kompetisi, permainan ini menimbulkan banyak kekerasan selama pertandingan sehingga akhirnya Raja Edward III melarang olahraga ini dimainkan pada tahun 1365. Raja James I dari Skotlandia juga mendukung larangan untuk memainkan sepak bola. Pada tahun 1815, sebuah perkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dan sekolah. Kelahiran sepak bola modern terjadi di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah dan klub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan tersebut. Bersamaan dengan itu, terjadi pemisahan yang jelas antara olahraga rugby dengan sepak bola (soccer). Pada tahun 1869, membawa bola dengan tangan mulai dilarang dalam sepak bola. Selama tahun 1800-an, olahraga tersebut dibawa oleh pelaut, pedagang, dan tentara Inggris ke berbagai belahan dunia. Pada tahun 1904, asosiasi tertinggi sepak bola dunia (FIFA) dibentuk dan pada awal tahun 1900-an, berbagai kompetisi dimainkan diberbagai negara.
Untuk pertandingan internasional dewasa, lapangan sepak bola yang digunakan memiliki panjang yang berkisar antara 100-120 meter dan lebar 65-75 meter. Di bagian tengah kedua ujung lapangan, terdapat area gawang yang berupa persegi empat berukuran dengan panjang 7.32 meter dan tinggi 2.44 meter. Di bagian depan dari gawang terdapat area pinalti yang berjarak 16.5 meter dari gawang. Area ini merupakan batas kiper boleh menangkap bola dengan tangan dan menentukan kapan sebuah pelanggaran mendapatkan hadiah tendangan pinalti atau tidak.
     Lama permainan sepak bola normal adalah 2 × 45 menit, ditambah istirahat selama 15 menit di antara kedua babak. Jika kedudukan sama imbang, maka diadakan perpanjangan waktu selama 2×15 menit, hingga didapat pemenang, namun jika sama kuat maka diadakan adu penalti. Wasit dapat menentukan berapa waktu tambahan di setiap akhir babak sebagai pengganti dari waktu yang hilang akibat pergantian pemain, cedera yang membutuhkan pertolongan, ataupun penghentian lainnya. Waktu tambahan ini disebut sebagai injury time atau stoppage time.
     Apabila pemain melakukan pelanggaran yang cukup keras maka wasit dapat memberikan peringatan dengan kartu kuning atau kartu merah. Pertandingan akan dihentikan dan wasit menunjukkan kartu ke depan pemain yang melanggar kemudian mencatat namanya di dalam buku. Kartu kuning merupakan peringatan atas pelanggaran seperti bersikap tidak sportif, secara terus-menerus melanggar peraturan, berselisih kata-kata atau tindakan, menunda memulai kembali pertandingan, keluar-masuk pertandingan tanpa persetujuan wasit, ataupun tidak menjaga jarak dari pemain lawan yang sedang melakukan tendangan bebas atau lemparan ke dalam. Pemain yang menerima dua kartu kuning akan mendapatkan kartu merah dan keluar dari pertandingan.
      Pemain yang mendapatkan kartu merah harus keluar dari pertandingan tanpa bisa digantikan dengan pemain lainnya. Beberapa contoh tindakan yang dapat diganjar kartu merah adalah pelanggaran berat yang membahayakan atau menyebabkan cedera parah pada lawan, meludah, melakukan kekerasan, melanggar lawan yang sedang berusaha mencetak gol, menyentuh bola untuk mencegah gol, dan menggunakan bahasa atau gerak tubuh yang cenderung menantang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

kel Lingkungan Hidup
Artikel Lingkungan Hidup ini menggambarkan bahwa Fenomena depot air isi ulang dan beberapa merk air kemasan yang tidak lagi aman mengindikasikan pentingnya pengolahan air yang higienis dan efektif. Sudah banyak jenis teknologi pengolahan air yang memiliki fungsi menjernihkan dan memurnikan air supaya layak diminum, salah satunya ultraviolet yang bisa menyaring bakteri atau senyawa kimia dalam air. Masingt-masing jenis pengolahan air mempunya kelebihan dan keunggulan tersendiri. “Karena sumber air di Jakarta kualitasnya tidak sama, sulit untuk menyebutkan yang mana yang paling ideal. Tapi semakin canggih teknologi yang dimiliki depot tersebut akan sangat mempengaruhi kualitas air baku yang diolah,” papar dr. Budi. Di luar segi teknologi, petugas operasional juga sangat berperan dalam menentukan kualitas air olahan. “Semakin terampil dan menguasai teknologi pengolahan, maka hasil olahan juga akan semakin terjamin.” tegasnya lagi. Namun apakah semua petugas operasional tersebut berpengalaman? Karena teknologi sebaik apapun akan tidak berguna jika yang mengoperasikan adalah yang kurang ahli.
Jika Anda termasuk pelanggan air minum kemasan atau isi ulang, telitilah sebelum membeli. Dalam Artikel Lingkungan Hidup ini, berikut tips aman mengkonsumsi air minum kemasa.
  1. Pilih yang layak minum. Dari tampilan dan segi nfisik, air minum yang baik tidak boleh memiliki bau, rasa, dan warna
  2. Pastikan kemasan air tidak mudah terkoyak dan dalam kondisi baik dan kuat
  3. Pilih air kemasan yang sudah memiliki ijin depkes/POM
  4. Rebus ulang atau lewatkan air melalui dispenser/water purifier untuk mengurangi kontaminsi bakteri
Sumber gambar: pojokpulsa