Artikel Lingkungan Hidup ini menggambarkan
bahwa Fenomena depot air isi ulang dan beberapa merk air kemasan yang
tidak lagi aman mengindikasikan pentingnya pengolahan air yang higienis
dan efektif. Sudah banyak jenis teknologi pengolahan air yang memiliki
fungsi menjernihkan dan memurnikan air supaya layak diminum, salah
satunya ultraviolet yang bisa menyaring bakteri atau senyawa kimia dalam
air. Masingt-masing jenis pengolahan air mempunya kelebihan dan
keunggulan tersendiri. “Karena sumber air di Jakarta kualitasnya tidak
sama, sulit untuk menyebutkan yang mana yang paling ideal. Tapi semakin
canggih teknologi yang dimiliki depot tersebut akan sangat mempengaruhi
kualitas air baku yang diolah,” papar dr. Budi. Di luar segi teknologi,
petugas operasional juga sangat berperan dalam menentukan kualitas air
olahan. “Semakin terampil dan menguasai teknologi pengolahan, maka hasil
olahan juga akan semakin terjamin.” tegasnya lagi. Namun apakah semua
petugas operasional tersebut berpengalaman? Karena teknologi sebaik
apapun akan tidak berguna jika yang mengoperasikan adalah yang kurang
ahli.
Jika Anda termasuk pelanggan air minum
kemasan atau isi ulang, telitilah sebelum membeli. Dalam Artikel
Lingkungan Hidup ini, berikut tips aman mengkonsumsi air minum kemasa.
- Pilih yang layak minum. Dari tampilan dan segi nfisik, air minum yang baik tidak boleh memiliki bau, rasa, dan warna
- Pastikan kemasan air tidak mudah terkoyak dan dalam kondisi baik dan kuat
- Pilih air kemasan yang sudah memiliki ijin depkes/POM
- Rebus ulang atau lewatkan air melalui dispenser/water purifier untuk mengurangi kontaminsi bakteri
Sumber gambar: pojokpulsa
No comments:
Post a Comment